Review Bunga Tabur Terakhir


Cerpen "Orang-orang Mati yang Tidak Mau Masuk Kubur" adalah kisah menyayat hati tentang seseorang yang terjebak dalam masa kelam sejarah Indonesia, tepatnya setelah peristiwa 1965. Dari sudut pandang tokoh utama, kita dibawa menyelami konflik batin dan trauma yang ia alami saat dipaksa terlibat dalam penguburan para korban kekerasan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana nyawa manusia begitu mudah dihilangkan hanya karena tuduhan atau dendam pribadi. Tokoh Mas Parman, yang dulunya ia hormati, perlahan berubah menjadi sosok yang menakutkan dan kejam. Dengan gaya bercerita yang jujur dan emosional, kita ikut merasakan kegelisahan, ketakutan, dan luka batin yang membekas di dalam dirinya.

Cerita ini bukan hanya menggambarkan kekejaman, tetapi juga menyoroti bagaimana kekuasaan dan fanatisme bisa merenggut sisi kemanusiaan seseorang. Bahasa yang digunakan terasa hidup dan penuh emosi, membuat kita mudah terhubung dengan penderitaan para tokohnya. Cerita ini juga menyampaikan pesan penting: bahwa luka dari kekerasan masa lalu tidak hilang begitu saja, dan trauma itu bisa menghantui seumur hidup. Lewat pengalaman para tokoh, kita diingatkan akan betapa berharganya rasa empati dan pentingnya menjaga kemanusiaan dalam situasi apa pun.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review: Danur_ Risa Saraswati

"Let's Master the Art of Public Speaking with Brian Tracy!"

Review (/sub bab) Cerpen "Peter Pan" – Corat-Coret di Toilet