Review Cerpen "Dongeng Sebelum Bercinta" – Corat-Coret di Toilet


▪︎Review sub bab 2: Dongeng Sebelum Bercinta


Cerita ini tentang Alamanda, seorang perempuan yang menikah bukan karena cinta, tapi karena dijodohkan sejak kecil dengan sepupunya. Di malam pertama pernikahan, bukannya langsung “bercinta”, dia malah meminta satu hal yang unik: didongengin dulu sebelum tidur. Bukan dongeng mesum, tapi Alice in Wonderland. Suaminya menuruti permintaannya, tapi dongengnya tidak pernah selesai. Malam demi malam, Alamanda terus mendongeng, dan hubungan mereka belum juga “resmi” sebagai suami istri.

Cerita ini sebenarnya bukan tentang dongeng atau seks, tapi tentang bagaimana Alamanda memberontak dengan caranya sendiri. Di balik dongeng yang seolah lucu dan absurd itu, dia menyimpan ketakutan: takut suaminya tahu kalau dia sudah tidak perawan, karena dulu dia pernah menjalin hubungan yang hangat (dan intim) dengan seorang “gembel” yang lebih dia cintai.

Menurut saya, Eka Kurniawan menyampaikan kisah ini dengan cara yang jenaka tapi tajam. Ia memotret kegelisahan perempuan dalam budaya patriarki, tekanan keluarga, dan harapan palsu akan cinta. Ada sisi lucu, pahit, dan jujur yang menyatu dalam cerita ini. Dan dongeng yang terus bersambung itu jadi simbol dari sesuatu yang belum selesai dalam hati Alamanda.

Cerita ini terasa ringan di permukaan, tapi sebenarnya menyimpan banyak lapisan: tentang cinta, luka, dan cara seseorang bertahan dalam hidup yang bukan pilihannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review: Danur_ Risa Saraswati

"Let's Master the Art of Public Speaking with Brian Tracy!"

Review (/sub bab) Cerpen "Peter Pan" – Corat-Coret di Toilet